Tujuh Tahun Kemarin

Sebagai bagian dari generasi millenials, yang katanya gak bisa lepas dari social media dan smartphone, pagi ini saya menemukan satu foto yang menarik dari hasil fitur throwback di salahsatu dari beberapa social media yang memang ada dan rutin dibuka di smartphone sambil ngopi pagi. Seperti normalnya adegan flashback di film atau novel, pikiran saya juga melayang kembali ke beberapa tahun lampau, memutar balik rangkaian kejadian di sekitar kejadian yang terekam manis dalam rangkaian warna dalam foto.

Sekitar tujuh tahun yang lalu, beberapa hari sebelum hari ini, kami menyusuri jalanan lengang di kota Jakarta yang pastinya tidak sepi tapi jauh lebih menyenangkan, karna perasaan di dalam hati sendiri sih. Walaupun pasti tetap ada rasa deg-degan di dalam dada, yang semakin kencang rasanya ketika rumah yang dituju sudah terlihat. Sebuah rumah bertingkat dua, di daerah Cibubur sana. Rumah yang sudah beberapa kali saya kunjungi, hampir satu setengah bulan terakhir ini. Seakan mengulang memori pertama kali kedatangan saya kesini, mobil Suzuki Baleno merah, mobil pertama yang dicicil dari hasil kerja saat itu juga berhenti dan parkir di tempat yang sama.

Saya ingat waktu berjalan cepat, orangtua saya berbicara banyak topik disana, saya hanya duduk, tidak banyak berkata. Tapi pastinya senyum di mulut dan di dalam hati merekah lebar, mengingat akhirnya kesepakatan terjadi dalam diskusi singkat itu, bahwa akhir bulan ini, disetujui akan diadakan acara lamaran, antara saya dan Reti. Acara yang menjadi bagian penting dari perjalanan kisah kami yang waktu itu baru seumur jagung, tidak sampai dua bulan dari pertama kali kami mengganti status kami, juga di social media pastinya – maklum anak millenials. Singkat memang, tapi lebih dari cukup untuk meyakini diri saya, untuk melangkah bersama wanita yang lembut hatinya, cantik parasnya, cerdas pikirannya, dan gak pernah lepas senyum dari bibirnya. Untungnya Reti juga bisa yakin, alhamdulillah.


Ya! Dan setelah itu waktu berjalan cepat, dan menyenangkan pastinya. Sekarang tujuh tahun kemudian, kami di Hamburg sudah tidak lagi berdua, tapi bersama dua balita lucu, hasil beberapa cerita setelah peristiwa itu, yang nanti akan saya share lagi kalau ada reminder lain dari social media.What a beautiful day.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s