27.

Waktu rasanya jalannya cepet banget akhir-akhir ini. Gak kerasa tiba-tiba umur saya sudah bertambah satu angka, efektif per hari ini. Anyway thanks untuk semua yang sudah memberi ucapan selamat 🙂

Di satu sisi, kalau waktu kerasa jalannya cepet artinya saya cukup menikmati detik demi detik kehidupan. Iya lah gimana nggak, saya punya keluarga kecil yang luar biasa, saya punya pekerjaan yang sangat menyenangkan dan challenging, plus saya punya teman-teman yang selalu bikin ketawa setiap kali kita ketemu di acara futsal atau sekedar tukeran kabar di social media.

Tapi di sisi lainnya, gak kerasa juga Katya udah semakin besar, udah bisa jadi temen ngobrol, bisa punya mau sendiri, bisa sebel, bisa kabur jg kalo pipinya di gesek-gesek jenggot papanya.

Yah rasanya ke depannya waktu bakal jalan masih dalam kecepatan yang relatif tinggi. Mudah-mudahan nilai-nilai dan kesempatan-kesempatan yang disediakan di setiap detik demi detiknya bisa saya manfaatkan dengan baik. Mudah-mudahan momen-momen, yang pastinya priceless dan gak bisa diulang, sama Keluarga dan Teman-teman juga bisa tercapture lebih banyak dan berkualitas lagi. Amin.

Happy birthday to me 🙂

20131029-001121.jpg

Advertisements

Goodbye and Goodluck

Dua minggu yang lalu, saya melangkahkan kaki perlahan di selasar stasiun kereta api Gambir Jakarta. Rasanya sudah setahun lebih sejak terakhir kali saya dan beberapa rekan kuliah, menunggu kereta Jakarta Bogor – yang saat itu bahkan belum ada sistem commuter. Suasana stasiun selalu unik dan berwarna, ditemani secangkir kopi dan komik detektif Conan terbaru (yang ternyata harganya sekarang sudah di angka 20 ribu), saya duduk sambil mendengar seorang bapak menelpon rekannya, yang saya yakin bapak ini putra Tegal – terlihat dari dialeknya yang khas plus beberapa kosakata yang rasanya sering saya dengar sewaktu kecil dulu di serial TV Tuyul dan Mbak Yul.

Detik-demi detik berlalu dengan cepat, kopi dan komik memang membuat waktu berjalan lebih menyenangkan dan yang pasti sedikit menghibur hati yang sedikit gundah. Dua orang pemuda pun masuk dan duduk di hadapan saya, jabat tangan dan obrolan singkat pun terjadi – mereka yang berjalan semalaman dari Jepara dan Semarang mengisi sedikit perutnya sebelum akhirnya saya berikan amplop coklat berisi dokumen administrasi dan kunci mobil.

Yup – setelah empat tahun bersama, dalam suka dan kayaknya lebih banyak duka nya, inilah saatnya si merah melanjutkan hidupnya. Percayalah teman-teman, tidak mudah melepas teman seperjuangan yang berpuluh kali menemani perjalanan Jakarta Bandung bahkan hingga Cirebon, melepas mobil yang menemani perjalanan Sunter Cibubur di akhir pekan untuk menjemput pujaan hati, bahkan baleno merah ini juga yang mengantar Katya untuk USG bulan pertama hingga hari kelahirannya satu tahun empat bulan yang lalu.

Anyway – hidup akan terus berjalan. Saatnya mobil bahenol ini mendapatkan petualangan baru, yang jauh lebih seru dan mendebarkan di tempat baru bersama teman barunya – walaupun berat tapi itulah keputusan terbaik untuk kami ataupun untuk si mobil ini. Sebagai wujud rasa terimakasih atas segala jasanya – sengaja saya pilih dengan seksama siapa tuan barunya nanti – jangan sampai makelar atau pengguna yang gak begitu mengerti dan sayang mobil. Alhamdulillah sepertinya tepat karena sampai kemarin entah berapa banyak foto yang dia kirimkan, tentang proses pembenahan si merah, foto si tuan baru sedang cuci si bale dengan tangannya sendiri.

Goodluck pal, selamat menikmati hari-hari baru di tempat baru, be great dan terimakasih buat semua nya 🙂