Cinta

Beberapa tahun yang lalu, entah melalui orang tua, guru, atau sebuah buku, saya membaca sebuah artikel – tentang perkataan seorang sufi, kalau tidak salah dari India.

“Ketika dua orang bertengkar, saling jengkel satu sama lain, hati mereka terpisah oleh jarak yang jauh, maka jangan heran jika kau lihat mereka akan berteriak dengan keras, walaupun muka yang satu tepat berada di depan muka yang lainnya.

Namun coba kau perhatikan dua insan yang sedang dibius indah nya cinta, hati mereka sangat dekat satu dengan yang lainnya, ketika yang satu berbicara dengan yang lainnya, yang terdengar hanya bisikan ringan, perkataan yang hanya bisa didengar dua insan dengan hati yang bersatu”

Cinta. Mendekatkan hati yang satu dan yang lainnya. Membuat semua yang fana menjadi tidak berharga. Tuhan Yang Maha Adil membagikannya dengan luas tiada terbatas untuk siapa saja. Untuk seorang ibu kepada anaknya, untuk seorang pria kepada istri terkasihnya, bahkan untuk seorang anak berusia sebelas bulan kepada seekor kucing peliharaannya.

Sedih rasanya melihat berita menyajikan anak yang menuntut ibunya secara hukum karena beberapa batang kayu, sedih rasanya melihat ibu mengorbankan anaknya untuk mengemis di jalanan, sedih rasanya melihat dua sejoli yang bertengkar demikian beratnya di pengadilan ketika cobaan Tuhan datang menguji mereka.

Hukum dan aturan bisa membedakan mana yang benar dan salah. Tapi hanya cinta yang bisa menyambung ikatan kekerabatan dan tali silaturahmi.

Seperti yang disampaikan sebuah lagu. Semoga cinta selalu ada dalam hati kita 🙂