Fakta Bayi

Hari berganti, gak kerasa bentar lagi si baby Katya udah mau tiga bulan aja. Amazing whole new world bareng si anak kecil polos lucu berpipi tembem dan rambut rancung (yg lagi kepikiran apa di mohawk aja ya).

Nah dari tiga bulan ini ada beberapa fakta plus bumbu analisis asal papanya tentang fakta unik bayi.

Korelasi pipi dan berat badan.
Katya lahir dengan berat 3 kilo (kira2 segede bayi berarti lemak tambahan di perut kita kalau naik 3 kilo :p), dan dalam 2 bulanan beratnya udah double jadi 6 kilo. Dari pertambahan berat itu, yang paling kelihatan adalah pipinya, putih, bulat, empuk, kayak bakpao di jalan tol kalau pas macet sore2. Karna data observasinya cuma segitu, dan kalau ditarik logikanya, berarti yang merasa pipinya sekarang “agak” gedean sedikit, dan belum siap mental, jangan deket2 dulu sama timbangan 😛

Adaptasi Telinga.
Satu lagi mitos yang berhasil dibuktikan saat punya bayi adalah teori bahwa kita harus rajin2 ganti alarm biar tetap ampuh. Dulu pas Katya masih kecil, setiap dia nangis malam2, pasti papanya kaget terus kebangun-walau ga ada kontribusinya juga sih karna mostly dia bangun laper-mamanya yang dicari, papanya dipandang sebelah mata *loh kok curcol. Semakin lama, semakin Katya gede, semakin besar juga resistensi telinga dan otak papanya-kagak denger sama sekali lama2 pas dia nangis. Untung mamanya masih kebangun. Walaupun agak curiga juga sih, kayaknya ada satu dua kali papa mama nya ga bangun dua-duanya.

Tebar Senyum.
Namanya bayi umur 0-2 bulan, otaknya masih belum bisa terima gambar dari mata secara full, hasil browsingan tapi lupa dari mana. Jadi kalau nanti kita nengok temen lahiran, dimana bayinya tiba-tiba tersenyum ke arah kita, jangan dengan yakinnya bikin pengumuman bahwa itu efek kegantengan kita. Terakhir terjadi, di sebuah departement store, ada mbak-mbak yang ngumpulin temen-temennya setelah dia disenyumin Katya. Dan 10 detik kemudian dia kecele, karena Katya senyum manis sekali, ke arah kulkas dan mesin cuci. Nice try nak 🙂

Sang Pencinta

Jalanan Jakarta sudah terlihat berbeda hari ini, barisan truk sudah tidak nampak, anak2 sekolah yang berkendara menjemput ilmu pun tiada. Ah artinya ramadhan, bulan suci akan segera usai.

Sekitar delapan tahun yang lalu – ketika saya menempuh pendidikan sekolah menengah atas di Bandung – ada satu quote yang sampai sekarang saya tidak pernah lupa. Periwayatnya saya tidak begitu yakin tapi kalau tidak salah, salah satu sahabat Rasulullah.

“Manusia itu beribadah dibagi ke dalam tiga golongan. Yang pertama adalah ibadahnya seorang budak – dimana dia beribadah tekun karna dia takut akan siksaan dari Tuannya. Golongan berikutnya adalah orang-orang yang beribadah layaknya pedagang, mereka beribadah agar mendapatkan pahala dan ganjaran yang setinggi-tingginya dengan perhitungan yang sebaik-baiknya. Yang terakhir adalah ibadah para pencinta, yaitu mereka yang beribadah karna ingin mengabdi dan bertemu dengan Kekasihnya, tanpa rasa takut atau dasar perhitungan, hanya atas dasar cintanya pada-Nya.”

Mudah-mudahan setelah ramadhan tahun ini, kita semua bisa melangkah dan terus melangkah. Mungkin sulit untuk sampai level sempurna, tapi minimal on track dan closing the gap ke arah sana 🙂

Mari baca alam raya dan raih ilmunya. Happy ramadhan.