Tentang Hidup

Hidup itu bagaikan garis lurus, tak pernah kembali ke masa yang lalu. Sebuah syair dari Taufik Ismail yang saya sangat suka.

Yah begitulah hidup, kita lewati detik demi detiknya sebaik mungkin, kesalahan, penyesalan, musibah, pasti akan jadi bagian dari garis hidup yang kita buat. Semua terus berjalan, demi satu tujuan yang sama kayaknya, yaitu kebahagiaan.

Waktu SMA, setiap pagi di jalan menuju sekolah, saya selalu berpapasan dengan sepasang suami istri. Sang suami mengantar istrinya, menggunakan sepeda onthel tua. Jelas capek, namanya mengayuh sepeda beberapa kilometer. Tapi setiap pagi, saya selalu melihat senyuman dari kedua insan itu, sambil mengayuh sepeda sang suami selalu tersenyum, atau tertawa, menanggapi obrolannya dengan sang istri. Dan saya asumsikan senyum dan tawa itu, yang setiap hari terlihat di wajah keduana, menandakan mereka bahagia.

Sementara itu, di sudut kota Jakarta, puluhan mobil berbaris, menghadapi kemacetan. Banyak klakson, banyak hardikan, banyak wajah-wajah letih dan lesu terlihat di dalam mobil-mobil seharga 100 jt – 2 milyar rupiah itu. Dan saya asumsikan mereka tidak bahagia.

Jadi apakah arti kebahagiaan itu? Ada yang bisa beri tahu saya?

Advertisements

A Hollow Earth

Misteri itu selalu menarik. Bikin mikir. Walaupun gak jelas juga jawabannya bener apa nggak.

Contohnya adalah salahsatu gambar di bawah ini, coba kalau liat gambar ini apa yang terlintas di pikiran?

Yang diatas itu gambar yang selalu dijadiin dasar buat teori Hollow Earth. Gak maen-maen lho, yang nganut teori ini salahsatunya Isaac Newton walaupun dengan versinya masing-masing. Intinya sih teori ini bilang bahwa bumi kita itu berongga, alias kopong, bukan berbentuk bola pejal. Nah di dalemnya kan ada rongga, ada yang bilang disitu juga kemungkinan ada makhluk hidupnya. Menarik gak sih?

Well, terlepas dari pendapat2 lebih jauh yang bilang itu markas nazi lah, itu tempat alien lah, sebenernya menurut saya pribadi teori ini cukup masuk akal sih. Simple doang sih dasarnya, bumi kita itu berotasi, dia muter terus menerus di porosnya, dari dulu sampai nanti pas kiamat. Nah kalau muter gitu kan ada gaya sentrifugal (atau sentripetal ya?) yang arahnya menjauhi pusat putaran. Karna itu si material2 dalam bumi, yang apapun itu bentuknya (ini juga masih banyak di debatin), kalau diputer terus menerus bisa jadi semakin bergerak ke arah luar, akhirnya di dalamnya ada rongga, yang besarnya sih gak tau juga berapa besar. Jadilah itu si hollow di dalem bumi. Tentang apa isinya disitu, apakah alien, dinosaurus, atau hitler, masih wallahu alam sih 🙂

Atau ada yang bisa kasih pendapat tambahan?