?

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengacara Adner Sirait yang menjadi tersangka kasus suap Rp 300 juta kepada hakim tinggi Ibrahim diperiksa selama 10 jam oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (1/4/2010).

Adner yang tiba di Gedung KPK sekitar pukul 10.00, baru keluar pukul 20.00. Artinya, Adner harus melayani cecaran pertanyaan penyidik selama 10 jam. Saat meninggalkan Gedung KPK, Adner memilih bungkam dan berjalan cepat menuju mobil tahanan berpelat nomor B 8593.

Ia terlihat stres. Sebelumnya, sopir mobil tahanan yang menolak disebutkan namanya mengatakan akan tetap menyalakan musik di radio meski ada tahanan di mobilnya. “Tetap (setel musik). Biarin aja,” ujarnya.

Tim KPK menangkap basah Adner dan Ibrahim seusai mereka bertransaksi di pinggir kali, di kawasan Cempaka Putih, Jakarta. Dari tangan Ibrahim, tim menemukan Rp 300 juta. Selain uang itu, turut disita mobil dan ponsel kedua pelaku. Seusai diperiksa, keduanya langsung ditetapkan menjadi tersangka.

Uang itu diduga terkait dengan perkara sengketa tanah PT Sabar Ganda melawan Kepala Kantor Pertanahan Jakarta Barat dan Gubernur DKI Jakarta. Perkara itu sebelumnya diketuai Ibrahim.

——

Cuma perasaan atau emang alinea ketiga itu aneh ya?